• Beranda
  • Google+
  • Tukar Link
  • Backlink
Mike Portal
  • What's Hot
  • Aneh Unik
  • Humor
  • Misteri
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
  • Opini Anda
  • Tionghoa 華人
Home » Posts filed under China
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
CIA in China

Mike Portal | China adalah negara tua yang memiliki potensi kekuatan yang tidak dapat dipandang remeh. Terbukti, negara ini tetap dapat eksis selama era “keterbelakangan” politik dan ekonominya dalam sistem komunis yang sangat tertutup.

Dalam dua dasawarsa terakhir, China bahkan bangkit menjadi kekuatan utama dunia, ekonomi, politik, militer maupun teknologinya. Perannya saat ini bahkan mampu mengimbangi dominasi Amerika Serikat, di Asia maupun dunia.

Tidak heran, sejak lama Amerika Serikat, memberikan perhatian besar terhadap negara sosialis terbesar di Asia itu. Diawal konsolidasinya dalam rezim komunis atas wilayah Tibet, Amerika Serikat terlibat memberikan dukungan bagi perlawanan rakyat di wilayah ini.

Demikian pula dalam gerakan separatis di Xinjiang, daerah otonom terluas di China yang mayoritas warganya beretnis Muslim Uighur. Ketika penguasa komunis semakin hegemonik mengelola wilayah ini, Amerika Serikat mempraktekkan juga operasi “Arc of Crisis”, dan kemudian mendorong keterlibatan Turki dalam isu Xinjiang.

Langkah demokratisasi juga pernah dilakukan untuk China oleh Amerika Serikat, meski berakhir dengan tragedi berdarah di Tiananmen. Penguasa China melakukan aksi pembersihan dengan kekuatan militernya.

Dalam kesaksiannya di depan Kongres pada 1996, John M. Deutch mengingatkan pemerintahnya untuk lebih berhati-hati dalam melakukan operasi rahasia ke China. Menurut Direktur CIA (1995-1996) ini, elit-elit pembuat kebijakan AS harus dapat memastikan risikonya atas operasi rahasia CIA untuk mendiskreditkan, menjelekkan atau bahkan menggulingkan Pemerintah China.

"St Circus", Langkah Bebaskan Tibet

Penyerbuan Tentara Merah pada 1950 ke Tibet dan penguasaan ibukotanya, Lhasa, setahun kemudian, menjadi titik awal klaim penguasaan wilayah yang terletak di pegunungan Himalaya ini oleh Pemerintah Komunis China sebagai bagian provinsinya.

Pemerintah China beralasan, penyerbuan yang dilakukan tersebut adalah untuk membebaskan rakyatnya dari penindasan bergaya feodal. Tapi berkembang analisis bahwa China mengincar sumber daya alam mineral yang terkandung di dalam perut bumi Tibet.

Penguasaan oleh China, memunculkan perlawanan-perlawanan dari rakyat Tibet. Di sinilah, CIA berkepentingan untuk membantu pemimpin tradisional Tibet, Dalai Lama, membebaskan Tibet dari China.

Pada 1958-1961, CIA mendirikan kamp pelatihan (Camp Hale) di dekat Leadville, Colarado. Kamp ini dibangun untuk melatih pasukan Dalai Lama dalam melawan penguasa komunis China. Pasukan ini dilatih khusus dengan perang gerilya dan penggrebegan-penggrebegan lawan.

Puncaknya dengan terjadinya pemberontakan besar pada 10 Maret 1959, tetapi berhasil dipatahkan pasukan China. Dalai Lama yang menjadi incaran penangkapan pasukan China berhasil lolos ke perbatasan India. Lolosnya Dalai Lama ini juga tidak terlepas dari peran CIA.

Sejak pertengahan dasawarsa 1960-an, CIA mulai menghentikan bantuannya. Bahkan pada awal dasawarsa 1970-an, setelah AS menjalin kontak diplomatik dengan China, Departemen Luar Negeri AS menutup proyek “St Circus”, sandi untuk operasi pembebasan Tibet dari penguasaan Pemerintah Komunis China, melalui perlawanan bersenjata atau perang gerilya.

Meski demikian, operasi pembebasan Tibet bukan berhenti total. CIA mengubah strategi melalui perlawanan damai. Selain tetap memberi dukungan bagi pemerintahan pengasingan Tibet di Dharamshala, perbatasan India, CIA juga terus mendorong kampanye internasional bagi Tibet.

Pendekatan yang dilakukan CIA adalah dengan mendukung gerakan perlawanan Tibet di luar negeri. Gerakan ini seperti yang disponsori oleh the International Tibet Independence Movement, the United State Tibet Committee, The Tibetan Wowan’s Association, dan Students of Free Tibet.

Organisasi-organisasi yang aktif melakukan kampanye kemerdekaan Tibet itu, pernah melakukan long march tujuh jam dari kedutaan China di Washington ke New York. Long march dipimpin oleh, saudara tertua Dalai Lama, Thubten Jigme Norbu dan Palden Gyatso.

Thubten Norbu mendapat biaya studi gratis dari America Society untuk Asia yang diseponsori CIA untuk tour study. Organisasi ini berdiri sejak 1956. Sementara Gyatso, pernah meengorganisir 500 bhiksu melakukan protes terhadap pemerintah China pada 1959.

Pada dasawarsa 1990-an, CIA juga mengkampanyekan soal demokrasi dan HAM melalui National Endowment for Democracy  (NED) di Tibet. Soal pelanggaran HAM oleh penguasa China di wilayah ini, menjadi sorotan penting. Dalam bidang budaya, AS juga gencar mengkritik China untuk dapat melindungi kehidupan keagamaan di Tibet.

Seiring dengan menguatnya China di dunia dan hubungannya yang lebih seimbang dengan AS, maka saat ini kelompok-kelompok perlawanan Tibet hanya bisa mengusik China. Dan agen-agen CIA tetap melakukan tugas mendorong orang-orang Tibet percaya bahwa mereka sedang dipersiapkan untuk merebut kembali tanah air mereka.

sumber
Tiga Masa Sejarah China Kuno

Mike Portal | Sejarah China Kuno mencatat bahwa China merupakan salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari daratan China, para arkeolog dan antropolog menemukan banyak fosil manusia purba. Usia fosil itu sangat tua yang pernah hidup sekitar 1,7 juta tahun lalu.

Berbicara tentang sejarah, sejarah China Kuno bisa jadi merupakan sejarah yang paling banyak dibicarakan. Mengingat usia yang sangat tua dan berbagai peninggalan sejarah yang berguna, pantas rasanya jika sejarah ini menjadi salah satu sejarah yang cukup terkenal.

Menjadi masyarakat China sepertinya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Di luar hal-hal buruk yang terjadi di negara ini nyatanya China memiliki sejarah peradaban yang sangat menarik. Sejarah China kuno sangat "diperhitungkan". Siapa yang tidak bangga jika mengetahui sejarah negaranya menjadi salah satu cerita sejarah yang berpengaruh di dunia? Dengan begitu, secara emosional kita pasti akan merasa menjadi sebuah negara yang besar.

Sejarah China Kuno - Asal Muasal Negeri China

Sejarah China kuno bermula dari asal mula nama China itu sendiri. Sebutan China diberikan oleh orang-orang Barat yang sebelumnya disebut dengan nama Bangsa Tengah. Daratan China yang berada di Tengah Asia Timur berawal dari peradaban masyarakat di sekitar Sungai Kuning. Kurang lebih 4300 tahun lalu, di sana, ada suku yang dipimpin oleh dua orang pemimpin besar. Dua pemimpin itu bernama Yan-Di dan Huang-Di.

Yan-Di dan Huang-Di kemudian bekerja sama untuk membangun sebuah bangsa yang besar. Berkat kerja keras mereka, terbentuklah sebuah bangsa yang mereka beri nama Bangsa Hua. Hua punya arti yang sangat indah yaitu 'bunga dan keindahan'. Dengan semangat membangun sebuah bangsa yang besar, sejarah China kuno pun dimulai.

Sejarah China kuno pun berlanjut, sekitar abad ke-21 SM, seorang penguasa besar bernama Qi (putra Yu) membangun kerajaan yang diberi nama Kerajaan Xia. Besarnya pengaruh Kerajaan Xia menyebabkan bangsa Hua memiliki nama lain, yaitu Xia. Seiring berjalannya waktu, bangsa tersebut mengganti namanya dengan sebutan Bangsa Tianxia. Nah, dari Bangsa Tianxia iniliah mereka menyebut dirinya Bangsa Tengah. Dan oleh orang Barat, sebutan Bangsa Tengah ini berubah menjadi China.

Sejarah China Kuno dari Masa ke Masa

Secara garis besar, sejarah China kuno dibagi ke dalam tiga masa. Masa pertama disebut “the age of myths”, yakni masa sebelumnya hingga masa Dinasti Shang. Masa kedua disebut “the age of feudal states”, yakni masa kekuasaan Dinasti Zhou. Masa ketiga disebut “the age of empires”, yakni terjadi pada masa kekuasaan Dinasti Qing hingga kekuasaan Dinasti Ming.

Ketiga masa tersebut menjadi sebuah fase penting dalam cerita sejarah China kuno. Tidak bisa dihilangkan dan akan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat China. Karena fase itulah yang hingga akhirnya berhasil membawa masyarakat China pada keadaan seperti sekarang ini.

Dalam sejarah China kuno juga diceritakan bahwa sebelum Dinasti Shang berkuasa, telah ada Kerajaan Xia yang berdiri pada 2100 SM hingga 1600 SM. Sebenarnya, ada perbedaan pendapat mengenai kapan waktu Dinasti Xia ini berkuasa. Berdasarkan perhitungan Liu Xin, Xia berkuasa sejak 2205 SM dan berakhir pada 1766 SM.

Namun, di dalam Sejarah Bambu, tertulis bahwa pemerintah Xia berkuasa sekitar 1989 SM hingga 1558 SM. Lain lagi yang dilaporkan dari hasil penelitian Proyek Kronologi Xia Shang Zhou yang diadakan oleh pemerintah RRC, mereka berpendapat bahwa Xia berkuasa sekitar tahun 2070 SM dan 1600 SM. Perbedaan catatan mengenai sejarah China kuno memang wajar terjadi. Mengingat versi yang datang dari berbagai sumber juga bisa berbeda.

Jangan heran jika pada kenyataannya, sejarah China kuno banyak menyuguhkan cerita-cerita tentang kerajaan dan dinasti, karena hal tersebut memang telah menjadi identitas negara ini. 

Masih menurut cerita sejarah China kuno, setelah Kerajaan Xia berakhir, muncul dinasti pertama di China, yaitu Dinasti Shang yang berkuasa antara 1600 SM hingga 1046 SM. Dinasti Shang pernah dipimpin oleh sekitar 31 orang raja. Raja pertama mereka bernama Raja Tang dan raja terakhirnya bernama Raja Zhou. Menurut beberapa keterangan, masyarakat China pada masa Shang memiliki kepercayaan terhadap banyak dewa. Mereka percaya kepada dewa tertinggi bernama Shang-Ti.

Para ahli arkeolog menemukan tulang orakel yang digunakan masyarakat China pada 1500 SM untuk memprediksi masa depan. Temuan tulang orakel itu menjadi bukti keberadaan Dinasti Shang periode kedua. Penemuan ini merupakan bagian kecil dari penemuan dalam perjalanan sejarah China kuno. Masih banyak penemuan-penemuan lain yang juga cukup penting.

Dinasti Shang runtuh sejak kalah dalam pertempuran Muye melawan Wu Wang, seorang penguasa Zhou. Maka, sejak itulah berdiri kekuasaan Dinasti Zhou yang disebut “the age of feudal state”. Kekalahan Dinasti Shang ini juga menjadi sebuah jalan cerita menarik dalam sejarah China kuno yang panjang.

Dalam sejarah China kuno, disebutkan bahwa Dinasti Zhou merupakan dinasti yang paling lama berkuasa di China. Berdasarkan penilitian Proyek Kronologi Xia Shang Zhou, Dinasti Zhou berkuasa sejak 1046 SM dan berakhir pada 256 SM.

Masa ketiga yang disebut “the age of empires” sejarah China kuno ini terjadi saat kekuasaan Dinasti Ming hingga Dinasti Qing. Dinasti Ming berkuasa antara 1368 hingga 1644. Dinasti Ming berdiri karena hasil pemberontakan terhadap Dinasti Yuan pada 1368. Pemberontakan itu berasal dari kaum petani yang tidak puas dengan kekuasaan Dinasti Yuan. Zhu Yuanzang dari suku Han merupakan dalang pemberontakan tersebut. Pada masa inilah, pembangunan tembok China diselesaikan.

Jika berbicara tentang peninggalan sejarah China kuno, tembok besar China sepertinya menajdi peninggalan terbesar dari peradaban itu. Keberadaan tembok besar China tersebut hingga kini bahkan tetap membekaskan kekuatan sebuah bangsa.

Warisan sejarah China kuno ini memiliki panjang yang bahkan bisa terlihat hingga luar angkasa. Perlu diketahui bahwa sesungguhnya, tembok besar China sesungguhnya adalah gabungan tembok-tembok pendek yang mengikuti jalur pegunungan di China. Yang membuat ini istimewa adalah jaraknya yang luar biasa panjang. Panjang tambok ini mencapai 8. 851 km. Sebuah panjang bangunan yang sangat menakjubkan untuk masyarakat yang hidup di awal tahun 1000-an.

Sejarah China Kuno - Akhir dari China Kuno

Akhir dari sejarah kuno China adalah masa Dinasti Qing. Inilah kekuasaan feodal terakhir yang berkuasa di China. Dinasti Qing berkuasa setelah Dinasti Ming hancur karena kalah perang melawan suku Manchu pada 1644. Dinasti Qing berkuasa sekitar 1644 dan berakhir pada 1911.

Setelah Dinasti Qing berakhir, berakhir jugalah sejarah China kuno. China memasuki era modern dengan mulai menghapus sistem feodal kerajaan. Sun Yat-Sen berhasil memprovokasi rakyat China untuk mengadakan revolusi yang mengakibatkan turunnya Kaisar Xuantong, penguasa Qing, pada 12 Februari 1912. Setelah kekuasaan feodal berakhir, China menerapkan sistem negara Republik China. Sun Yat-Sen kemudian diangkat menjadi presiden pertama Republik China.

Sejarah China kuno yang memang identik dengan kekaisaran dan dinasti serta kerajaan ternyata menjadi hal yang dianggap menarik bagi sebagian sineas. Berbagai film bertemakan kerajaan China kuno pun banyak diproduksi, salah satunya adalah Curse of The Golden Flower.

sumber
Dukungan China-Rusia kepada Suriah

Mike Portal | Fenomena Arab spring yang dimulai dari Tunisia kemudian menjalar ke Libya dan Mesir ternyata terhenti dan berkecamuk di Suriah. Cara-cara yang digunakan seperti di Libya atau Tunisia terbukti tak berhasil menundukan pemerintahan Bashar Al Assad yang tengah berkuasa.

Upaya menggulingkan kekuasaan Bashar Al Assad awalnya dilakukan oleh pihak oposisi melalui demonstrasi dan tuntutan reformasi politik namun sayangnya fakta dilapangan berbanding terbalik. Pemerintaahan Assad masih didukung oleh sebagian besar rakyat, tokoh2 agama dan kekuatan militer sehingga masih terlalu dini untuk digulingkan . Kegagalan Oposisi mengganti kekuasaan Suriah melalui jalan damai akhirnya mendorong banyak pihak yang bersekutu dengan oposisi untuk melancarkan pemberontakan bersenjata. Hanya dalam hitungan hari, Pasukan Pemerintah dan Pemberontak terlibat perterungan sengit yang berdarah-darah, suriah berkecamuk hebat, ribuan manusia meregang nyawa dan jutaan lainnya terpaksa menjadi pengungsi.

Perang Suriah yang awalnya dilakoni oleh 2 pihak saja yakni Pemerintah dan Oposisi Pemberontak mulai merembet kemana-mana, pasukan pemberontak mulai dijejali berbagai macam pasukan asing yang di deploy dari negara2 tetangga seperti jordania dan Turki. Pihak yang terlibat perang makin carut marut, ambigiu bahkan banyak juga segerombolan teroris yang memanfaatkan kerusuhan ini untuk ambil bagian dengan tujuan gak jelas.

Dilain pihak, Negara tetangga suriah seperti Lebanon dan Turki kena cipatran perang suriah juga, 2 negara ini bersama jordania dituduh sebagai jalur penyuplai senjata dan logistik bagi kelompok pemberontak. Sekutu Suriah, Rusia yang memiliki banyak kepentingan strategis dengan Suriah juga merasa terganggu akibat perang Suriah ini dan sampe sekarang secara konsisten terus mendukung Bashar Al Assad. Sama Seperti Rusia, Iran juga turut mendukung secara politis terhadap Bashar Al Assad, China pun demikian meski tak terlalu terlihat seperti Rusia dan Iran.

Di pihak pemberontak, dukungan kuat mengalir dari Liga Arab, Dewan Kerjasama Negara Teluk (Gulf Cooperation Council) ,Inggris, Perancis, Turki, dan tentu saja Amerika serikat serta Israel. Banyak tangan asing yang turut bermain di Suriah semakin memanaskan situasi, saling tuduh sudah menjadi menu harian, PBB melalui Dewan Keamanan gagal meloloskan resolusi karena di veto Rusia dan China, Bila PBB meloloskan resolusi ini maka bakal menjadi alat legalitas bagi Amerika dan NATO untuk melakukan invasi terbuka seperti kasus Libya. Solusi damai yang ditawarkan Bashar Al Assad tern yata juga ditolak oleh pihak oposisi begitu juga sebaliknya tuntutan Oposisi juga ditolak keras oleh Assad. Nah, mengamati dinamika yang berkembang di Suriah, sepertinya tak ada salahnya klo Prahara di Suriah bisa disebut sebagai Perang Dunia ke 3 yang terselubung. Banyak Negara yang terlibat meski secara tak langsung atau bahasanya gaulnya “Nabok Nyilih Tangan”.

Perang Dunia 3 di suriah ini terbagi dalam 2 poros, Yakni :

1. Aliansi Bumi (Earth Alliance) aka E.F.S.F

Aliansi Rusia-China-Iran

Pihak yang berada di kubu ini antara lain Suriah, Rusia, Iran, Hizbullah, dan China. Rusia yang memiliki pangkalang angkatan laut di tartus memindahkan sebagian armada laut hitam dan pasifiknya ke pangkalan ini, tak tanggung2 kapal2 penghancur, pendarat dan kapal selam disiagakan di pangkalan ini guna mencegah campur tangan langsung Negara lain. Rusia juga serius membantuk menyokong persenjataan rusia, dari klas bawah sampai atas seperti mengirim sistem pertahanan udara S300 , Rudal anti kapal Yakhont dan Pantsyr S-1, menyebar radar canggih serta melatih pasukan suriah untuk mengoperasikan alutsista canggih tersebut. Kekuatan militer suriah yang didukung persenjataan canggih membuat pihak Barat seperti NATO tak berani melakukan serangan langsung, hanya Israel yang berani mengirim jet tempurnya untuk menghancurkan tempat strategis di Suriah yang langsung dikecam oleh banyak pihak. Iran kabarnya mengirimkan pasukan khususnya untuk bertempur bersama pasukan pemerintah serta mengirimkan pasokan senjata. Iran dan suriah sering bekerja sama menyalurkan senjata bagi pasukan Hizbullah dalam kampanye anti Israel dan pembebasan Palestina, Hizbullah sendiri juga turut mengirimkan pasukan terbaiknya untuk bertempur di Suriah. China yang sebelum dibuat jengkel karena ekspansi ekonominya yang strategis di Libya di hancurkan oleh Barat, bakal memperjuangkan kepentingan ekonomis yang berharga di Suriah agar tak kembali kecolongan seperti kejadian di Libya.

2. Federasi Bintang (Star Federation) aka ZEON

Aliansi AS-Inggris-Prancis

Kubu ini di isi oleh Negara-negara teluk ato liga arab pro oposisi, Turki, Israel, Amerika dan NATO. Secara militer jelas kubu ini jauh lebih unggul ketimbang pihak Suriah, hanya masalah legitimasilah yang membuat kekuatan militer kubu ini tak dikeluarkan secara langsung. Poros ini memilih menggunakan tangan orang lain yakni para pemberontak dengan memberikan dukungan dana, logistic, senjata, alat komunikasi dan pelatihan militer. Sayangnya dukungan luar biasa poros ini terhadap pemberontak ternyata tak memberikan hasil yang memuaskan. Berkali-kali pasukan pemberontak terpojok dan hampir binasa oleh serangan Pasukan pemerintah suriah. Kubu ini juga didukung penuh oleh kekuatan media di seluruh dunia, guna mengpropagandakan masyarakat internasional untuk turut mendukung penggulihan rezim Assad. Bila pertempuran terus berlanjut tanpa ada tanda –tanda kapan bisa berakhir, bisa jadi dengan berbagai alasan, pasukan militer dari kubu ini akan memaksa untuk meng intervensi secara langsung yang diperkirakan akan terjadi head to head dengan kekuatan Rusia dan Iran di Suriah. Di dalam tubuh NATO pun hanya Perancis dan Inggris yang masih bersedia mendukung penggulingan Assad, Negara anggota NATO lain lebih memilih untuk menangani krisis yang tengah melanda seluruh eropa.

Ada pihak yang percaya bahwa upaya mengporak porandakan Suriah lebih disebabkan karena alasan ekonomi, Suriah merupakan simpul dari jalur ekonomi paling legendaries di dunia yakni Jalur Sutra. Jalur sutra melewati banyak Negara sehingga tak mudah bagi satu pihak untuk menguasainya sekaligus, Pihak yang berhasil menguasai simpul jalur sutra maka dia menguasai separuh jalur sutra ! Rencana pembangunan pipa2 minyak dan gas yang melewati jalur sutra sangat bernilai ekonomis tinggi, bagi pihak barat yang tengah dilanda krisis ekonomi parah tentu saja proyek pipa2 ini membuatnya tergiur. Selain masalah ekonomi, konon kabarnya Bila Suriah berhasil ditundukan dan dikuasai barat maka gerbang utama untuk menyerang Iran akan terbuka lebar. Hanya suriahlah titik strategis untuk memasuki wilayah Iran, Irak yang tadinya bisa digunakan sebagai gerbang menyerang Iran ternyata justru berbalik merapat dan menjadi sekutu Iran. Sekarang kondisi dilematis menggerogoti Suriah, bila pemerintahan Assad jatuh ke pemberontak belum tentu kondisi Suriah akan lebih baik, Libya dan Afghanistan sudah membukti hal itu, bukanya damai malah terjadi perang sipil tak berkesudahan. Sedang bila Pemerintahan Assad tetap utuh maka pemberontakan juga akan terus berkobar dimana rakyat Suriah bakal semakin lama menderita.

At least, perang dunia ini baru bisa berhenti bila pihak yang berseteru mau menahan diri dan memilih menhentikan aksinya, duduk bersama dalam perundingan damai yang mampu mengakomodir keinginan semua pihak. Perang hanya akan meninggalkan bekas luka yang perih, memelihara kebencian, dendam yang tak berujung. Sudah banyak korban tak berdosa dan kehilangan orang2 terkasih akibat perang ini, siapapun yang menang dan kalah tak akan mampu mengembalikan apa yang hilang sebelum perang ini terjadi. Peace for Suriah..

Korosareta kara koroshite, koroshita kara korasarete.. Sore de saigo wa hontouni heiwa ni narunokayo?! (Membunuh karena ada yang dibunuh.. dibunuh Karena membunuh, kau pikir yang seperti itu akan bisa jadi kedamaian pada akhirnya?!) – Gundam Seed

Penulis Dwi Okta Nugraha

sumber
Pembangunan Kapal Induk Pertama China

Mike Portal | Gambar diatas adalah gambar kapal induk pertama buatan China yang sedang dibangun untuk Angkatan Laut-nya. Gambar ini banyak beredar di internet beberapa hari terakhir. Pemimpin China memang telah secara terbuka menyatakan rencananya untuk menempatkan armada kapal induk ke laut dalam beberapa tahun mendatang.

Sejak 1970-an, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China sudah menyatakan niatnya untuk mengoperasikan kapal induk, sekaligus membangun kapal induknya sendiri. Pada tanggal 7 Juni 2011, Kepala Staf Umum PLA, Chen Bingde, menegaskan bahwa China sedang membangun kapal induk sendiri. Namun ia menyatakan tidak akan memberikan rincian lebih lanjut hingga kapal induk ini selesai.

Untuk membuat kapal induk, galangan kapal China Changxingdao mengadopsi teknologi konstruksi modular dari barat, yang berarti China akan membangun lambungnya dalam beberapa bagian. Bagian-bagian lambung ini kemudian dilekatkan bersama-sama, lalu diturunkan ke air dan setelahnya baru menambah suprastruktur dan seluruh peralatan. Sistem semacam ini memang dinilai lebih efisien.

Pesawat Tempur Kapal Induk Liaoning Shenyang J-15


Informasi menyebutkan bahwa kapal induk yang sedang dibangun China ini adalah Tipe 089 yang berbobot 50.000-60.000 ton dan dijadwalkan selesai pada 2015. Sukhoi Su-33s (varian untuk AL) sepertinya menjadi pesawat tempur yang paling mungkin bagi China untuk diterbangkan dari kapal induk ini. Namun jangan lupa bahwa China juga mengembangkan pesawat tempur versi angkatan lautnya sendiri yaitu, Shenyang J-15. Pesawat tempur China ini sudah berhasil diuji coba mendarat dan lepas landas di kapal induk pertama milik China Liaoning.

Kapal Induk Pertama China Liaoning

Liaoning sendiri adalah kapal induk 67.500 ton pertama China yang ditugaskan untuk Angkatan Laut PLA. Awalnya ini adalah kapal induk untuk Angkatan Laut Uni Soviet yang bernama Admiral Kuznetsov. Di tangan Uni Soviet, kapal induk ini baru selesai 30 persen dan kemudian teronggok di Ukraina tanpa pernah operasional. Kapal ini kemudian dibeli oleh China pada tahun 1998 dan diderek ke galangan kapal Dalian di China. Saat dijual, semua peralatan militer dan propulsinya dilucuti. Setelah dibangun kembali oleh China dengan usaha yang keras dan lama dan selesai menjalani uji coba laut, akhirnya kapal induk ini benar-benar ditugaskan untuk Angkatan Laut PLA pada tanggal 25 September 2012 dengan nama Liaoning.

Usaha Keras China untuk Membangun Kapal Induk Sendiri

Sejak tahun 1985, setidaknya China telah mengakuisisi 4 kapal induk bekas (pensiun) untuk dipelajari, yaitu HMAS Melbourne Australia, Minsk, Kiev dan Varyag bekas Uni Soviet. Selain membeli kapal-kapal induk bekas tersebut, Angkatan Laut PLA juga membeli desain kapal induk asing. Salah satu contoh adalah pembelian desain kapal induk dari Empresa Nacional Bazan Spanyol yaitu SAC-200 (23.000 ton) dan SAC-220 (25.000 ton). Negosiasi terjadi pada tahun 1995-1996 dan cukup alot. Spanyol akhirnya hanya berani menjual sebagian konsep desain kapal induk tersebut ke China dengan mahar beberapa juta dolar.

Setelah membeli desain tak lengkap kapal induk dari Spanyol. Pada akhir 90-an, perusahaan desainer kapal perang Rusia, Nevskoye, menyelesaikan sebuah desain kapal induk pesanan China. Namun baik pihak Rusia maupun China tidak menyebutkan berapa harga untuk desain ini. Keduanya juga tidak menyebutkan apakah China merasa puas atau tidak dengan desain ini. Namun tetap saja, beberapa tahun setelah itu masih belum ada juga kapal induk yang dibangun sendiri oleh China karena kemampuan industrinya untuk membangun kapal induk kala itu masih terbatas.

Sebuah cetak biru lengkap desain kapal induk asing juga diperoleh China yaitu ketika membeli kapal induk Kiev yang dinonaktifkan di era Soviet. Rusia dan China juga tidak mengungkapkan berapa harga untuk desain ini.

Satu cetak biru kapal induk lengkap lainnya juga diperoleh China ketika membeli kapal induk Varyag eks Uni Soviet dan ini merupakan pembelian desain terbaru. Desain kapal induk ini ada di tangan Ukraina (bekas Uni Soviet) dan menawarkan ke China seharga 18 juta dolar, namun kemudian Ukraina meminta tambahan 2 juta dolar karena alasan tertentu dan China pun setuju. Sepertinya desain inilah yang benar-benar diinginkan China untuk memulai pembangunan kapal induk sendiri seiring pula dengan bangkitnya industri China.

Alasan China Membangun Kapal Induk

Beberapa laporan menyebutkan bahwa kapal induk yang dibangun China saat ini bertenaga nuklir, namun Departemen Pertahanan AS dalam pernyataannya tidak menyebutkan kapal induk ini bertenaga nuklir.

Seorang peneliti senior dari Akademi Ilmu Pengetahuan Militer China mengatakan bahwa setidaknya China membutuhkan tiga kapal induk. "Jika kita melihat tetangga kita, India akan memiliki tiga kapal induk pada tahun 2014 dan Jepang akan memiliki tiga kapal operator pada tahun 2014. Jadi saya pikir jumlah (kapal induk) untuk China tidak boleh kurang dari tiga agar kita dapat membela hak-hak dan kepentingan maritim secara efektif."

Kini Beijing membangun armada perang lautnya tidak lain adalah untuk mengembalikan kehormatannya yang "hilang" selama berabad-abad di tangan kekuatan-kekuatan imperialis. Beijing berusaha mengimbangi AS dan menegaskan kepentingannya (dengan Angkatan Laut) di kawasan maritim Asia.

Hal yang pertama China lakukan untuk itu adalah membeli dan membangun kembali kapal induk Liaoning dari Rusia. Kapal induk Liaoning memang belum bisa disejajarkan dengan kapal-kapal induk bertenaga nuklir milik AS. Namun untuk pembangunan kapal induk pribumi pertama ini, China pasti melakukan lompatan teknologi. Analis menilai kapal induk yang sedang dibangun China ini berbasis/meniru Liaoning (Varyag) namun pasti dengan penyempurnaan yang jauh lebih baik dan kemungkinan bertenaga nuklir cukup besar mengingat China sudah menguasai teknologi nuklir.

Kita berharap Indonesia juga bisa melakukan apa yang China lakukan ini. Mungkin belum untuk kapal induk, karena memang saat ini kita belum memerlukannya (pulau kita tersebar untuk basis-basis pertahanan, kecuali untuk ekspansi) tapi untuk teknologi kapal perang atau alutsista lain.

sumber
Perkembangan Teknologi Satelit China

Mike Portal | Upaya untuk menjadikan China sebagai negara yang maju di bidang teknologi kembali dilakukan. Kali ini, China berhasil meluncurkan satelit yang bakal menandingi GPS (Global Positioning System) milik Amerika Serikat.

Peluncuran satelit ini nantinya diharapkan mampu menjadi alternatif dalam mengakses layanan sistem navigasi yang selama ini bergantung pada GPS. Seperti dilansir NBC News (27/12), satelit ini juga bisa diakses oleh seluruh penduduk yang berada di kawasan Asia.

Peluncuran satelit ini menghabiskan dana sekitar USD 400 miliar atau setara dengan Rp 3.840 triliun rupiah. Adapun langkah tersebut diambil karena pemerintah China tidak ingin selamanya bergantung pada GPS yang dimiliki Amerika Serikat. Apalagi jika tensi kedua negara tersebut memanas, bisa dipastikan GPS tidak akan bisa diakses di China.

Satelit ini mulai beroprasi sejak Kamis (27/12) lalu. Dengan sistem yang dinamakan Beidou ini, pengguna busa mendapatkan informasi lokasi dengan tingkat keakuratan data hingga 10 meter. Beidou sendiri bisa diakses dengan kecepatan hingga 0,2 meter per detiknya.

Sistem Beidou merupakan satu dari empat sistem navigasi yang ada di dunia. Selain GPS milik Amerika Serikat; GLOnass dari Rusia dan Galilleo dari Eropa juga masih dikembangkan agar nantinya menjadi alternatif dari sistem GPS tersebut.

sumber
Tembok Raksasa China Tiongkok

Mike Portal | Telah umum diketahui bahwa perekonomian dan pertumbuhan ekonomi China merupakan yang kedua terbesar di dunia. China dulu mempunyai produk domestik bruto (PDB) mencapai USD 7,5 triliun, separuh jika dibandingkan dengan negara urutan pertama yaitu Amerika Serikat dengan PDB mencapai lebih dari USD 15 triliun. Posisi China di panggung dunia bergerak sangat cepat, kini posisi tersebut telah berubah.

Dalam waktu tiga tahun, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) percaya bahwa perekonomian China akan melampaui Amerika Serikat. Dengan demikian, ketika Barack Obama turun jabatan sebagai presiden, maka penggantinya kelak tidak lagi akan memimpin negara dengan pertumbuhan ekonomi terkuat di dunia sejak Perang Dunia II. China diproyeksi akan mengalahkan Amerika Serikat pada 2020 mendatang.

Tahun lalu, China berhasil mengalahkan Jerman dalam jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata. Warga negara kelas menengah China lebih banyak melakukan perjalanan keluar negeri, berbelanja barang-barang mewah di Eropa, dan mengunjungi tempat-tempat wisata kelas dunia seperti Disney World.

Menurut United Nations World Tourism Organization, para wisatawan asal China tersebut setidaknya menghabiskan USD 102 miliar atau sekitar Rp 994,2 miliar tahun lalu, atau meningkat dari tahun 2011 yang sebesar USD 73 miliar.

Melonjaknya jumlah wisatawan China ini terjadi ketika perekonomian negara Tirai Bambu itu melambat akibat terpuruknya ekonomi Eropa dan terjadi pergeseran dalam kebijakan ekonomi dalam negeri. Kendati demikian, China tidak perlu mendorong pertumbuhan ekonominya hingga 10 persen, pertumbuhan 7,5 persen sudah cukup untuk mendorong China menduduki peringkat puncak negara dengan pertumbuhan ekonomi paling kuat sedunia.

Menurut penelitian terbaru dari PBB, China telah lebih jauh melebihi pesaingnya dalam dunia manufaktur, yaitu menghasilkan USD 2,9 triliun per tahun dibandingkan AS yang sebesar USD 2,43 triliun. "Pada tahun 2011, output manufaktur China melonjak sebesar 23 persen sementara output manufaktur di AS hanya meningkat sebesar 2,8 persen," kata American Enterprise Institute Mark Perry seperti dilansir Forbes, Sabtu (6/4).

Pada tahun 2012, Federal Reserve mencatat pertumbuhan manufaktur AS merosot ke 1,7 persen.

Saat ini, China memegang kendali perekonomian Asia, dan produk buatan China memunculkan pola konsumen pecinta harga murah di Amerika. Impor AS dari Asia naik 22 persen pada bulan Februari lalu. Sebagian besar berasal dari China. Bahkan menurut Biro Perdagangan AS, negeri Paman Sam tersebut telah mengimpor barang dari China senilai USD 32,7 miliar per Februari lalu.

Kanada berada di posisi kedua dengan nilai impor USD 25,7 miliar, tapi sebagian besar merupakan impor minyak. Saat ini, China merupakan mitra dagang AS nomor tiga setelah Kanada dan Meksiko.

Selain itu, defisit perdagangan antara AS dan China semakin melebar. Pada 2012, AS mencatat defisit perdagangan terbesar dengan China sebesar USD 315 miliar, atau naik dari rekor defisit perdagangan tahun 2011 sebesar USD 295 miliar.

sumber
Belajar dari Etnis Tionghoa

Mike Portal | Sejak dahulu, China merupakan negara yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi masyarakat. Itulah sebabnya, masyarakatnya bisa bertahan di berbagai negara, dan berkembang biak hampir di seluruh penjuru dunia.

Berbagai keunikan negara tersebut tidak hanya terbentuk karena etnik budayanya, tapi juga karena berbagai filosofi yang membuat kehidupan mereka selalu membuat iri banyak masyarkat di dunia.

Banyak hal bisa dipelajari dari masyarakat etnik China. Mulai dari cara mereka bertahan hidup, melakukan usaha perdagangan, mengasah kepiawaian mereka dalam berbagai seni, sampai perilaku yang baik terhadap orang tua mereka.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai berbagai hal tentang China dari sudut pandang sosial dan budayanya sehingga kita sebagai masyarakat yang juga punya nilai sosial dan budaya yang tinggi bisa mencontoh usaha mereka untuk selalu menghidupkan nilai-nilai tersebut di mana pun mereka berada.

Sistem Perekonomian Masyarakat China

Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu faktor yang mmebuat masyarakat etnik China bisa bertahan di berbagai negara dan kondisi adalah kemampuan mereka dalam mengasah sistem perekonomian.

Meskipun termasuk ke dalam negara dengan jumlah rakyat terbesar di dunia, tapi kebanyakan keturunan China bisa bertahan selama bertahun-tahun di negara lain, baik untuk berlibur atau berpariwisata, belajar, maupun untuk berdagang.

Satu di antara beberapa hal yang membuat mereka bisa bertahan dan maju dalam bidang ekonomi adalah kegigihan mereka dalam menjalankan bisnis tanpa ragu-ragu dan tidak mengambil risiko yang besar.

Mereka cenderung memilih mengambil laba yang sedikit namun digandrungi banyak konsumen ketimbang laba yang banyak dan berisiko untuk tidak dipadati konsumen. Ketidakserakahan inilah yang menjadi kunci utama suksesnya perdagangan masyarakat China di berbagai negara.

Mereka juga cenderung terbuka terhadap para konsumen sehingga konsumen tersebut merasa betah berlama-lama dengan mereka, walaupun hanya sekadar untuk berbincang-bincang.

Oleh sebab itu, kita juga bisa mencontoh sistem perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat China dengan mengambil keuntungan yang sedikit, namun diberkati banyak konsumen.

Nilai Seni Masyarakat China

Seni Budaya Tionghoa

Berbicara tentang China memang selalu menarik. Apalagi jika kita termasuk ke dalam kelompok orang yang sangat menyukai seni.

Masyarakat China cenderung menganggap seni sebagai filsafat hidup. Oleh sebab itu, mereka bisa menghasilkan beragam seni dengan sangat indah. Dari mulai seni musik, seni lukis, seni sastra, sampai seni bela diri pun mereka anggap sebagai bagian dari filsafat hidup yang harus diteladani dan ditafakuri dengan saksama.

Mereka tidak berekspektasi secara ekonomi terhadap seni karena seni dianggap sebagai nilai budaya yang adiluhung dan wajib dimiliki oleh setiap warga China untuk bisa memahami hakikat kehidupan dengan baik.

Dengan cara seperti itu pula masyarakat China bisa hidup secara bahagia. Maka jangan heran jika kita sering mendengar istilah carilah ilmu sampai ke negeri China. Atau ada nasihat yang memberikan contoh awet muda yang diturunkan oleh masyarakat etnik china.

Hal itu disebabkan oleh kemampuan mereka dalam mengasah berbagai seni yang hidup dalam budaya mereka sehingga seni itu terus hidup, bahkan berkembang dan menjalar ke berbagai penjuru dunia.

Prinsip Hidup Masyarakat China

Selain sistem perekonomian dan nilai seni yang tinggi, ada lagi satu hal yang tidak bisa kita lewatkan tentang China, yakni prinsip hidupnya yang menjunjung tinggi silaturahmi antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain.

Bolehlah ditiru gaya pemerintah China membuat agar rakyatnya menghormati orang tua yang masih hidup. Orang tua berhak melaporkan anaknya ke polisi kalau merasa disia-siakan oleh anaknya. Undang-undang ini adalah salah satu cara tetap menghargai apa yang telah dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya.

Hal tersebut bukan berarti anak harus mengikuti apa yang diminta oleh orang tuanya. Melainkan bagaimana seorang anak seharusnya memperlakukan orang tua mereka dengan baik.
Hal itulah yang perlu ditiru oleh masyarakat Indonesia yang justru seringkali menjadikan orang tua sebagai kambing hitam apabila ada suatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakannya.

Lebih dari Undang-Undang

Budaya China yang begitu menghormati leluhurnya mungkin sudah dirasakan agak berkurang saat ini. Dengan semakin sibuknya masyarakat China berlomba-lomba menghasilkan uang, uang, dan uang, mereka mungkin dianggap lalai dengan orang tua yang mungkin sudah jompo. Pemerintah China tak ingin para generasi muda lupa kacang akan kulitnya.

Orang Indonesia suatu saat juga mungkin harus punya undang-undang seperti ini walaupun sebenarnya orang Indonesia sudah mempunyai pegangan yang lebih dari sekadar undang-undang di dunia. Ajaran agama dan ajaran sopan santun telah mengajarkan bagaimana menghargai dan menghormati orang tua.

Anak Satu

Luar biasanya jumlah penduduk China selain dipandang sebagai sumber daya manusia pendukung pembangunan, dipandang sebagai kelemahan. Oleh karena itu, pemerintahan China menerapkan kebijaksanaan satu anak untuk satu keluarga. Ternyata, kebijaksanaan ini membuat anak-anak tunggal ini dimanja mati-matian oleh orang tua mereka.

Obesitas serta segalanya yang serba cepat dan serba banyak telah membuat para anak tunggal ini memiliki kepribadian yang agak berbeda dengan orang tua mereka. Dalam ranah inilah, pemerintah mengkhawatirkan akan tumbuh anak-anak "Malin Kundang". Untuk mengantisipasi keadaan ke depan, undang-undang anti penelantaran orang tua pun dibuat.

Belajar dari Sejarah

China penuh dengan cerita. Bangsa China telah mempunyai peradaban selama ribuan tahun lalu. Tak heran bila ada pepatah "belajarlah hingga ke negeri China". Pepatah ini bukan bualan. Ilmu orang China memang hebat. Tentunya bangsa China tak ingin para generasinya lupa dengan hal tersebut. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang akan mengingatkan betapa hebatnya leluhur mereka selalu saja diadakan.

Perhatikanlah film-film produksi orang China, selalu ada adegan yang terselip tentang pentingnya belajar dari sejarah. Semua ilmu pengetahuan yang sudah dikuasai China sekarang diawali dengan mempelajari ilmu-ilmu yang sudah ada, lalu dikembangkan. Jadi, titik tolak kemajuan itu dimulai dari sejarah masa lampau. Begitulah bangsa China mempertahankan dan meningkatkan kemajuan budaya dan kehebatan bangsanya.

Prosesi Pernikahan dan Imlek

Hampir di dalam setiap prosesi ada acara penghormatan kepada leluhur. Misalnya, dalam prosesi pernikahan, kedua pengantin harus melakukan suatu tata cara penghormatan kepada leluhur sebelum melakukan penghormatan kepada orang tua. Keberadaan klenteng, tempat ibadah orang China penganut Konghucu sebenarnya juga merupakan tempat penghormatan bagi leluhur. Mereka berdoa kepada leluhur agar membantu menyelesaikan permasalahan dan memberikan kemakmuran.

Filsafat China


Bangsa China mempunyai banyak filsuf. Salah satunya adalah Konfusius. Ajaran filsafat yang memandang orang dari cara dia menghargai orang lain sangatlah terpatri pada sanubari bangsa China walaupun pada praktiknya mereka tetap mementingkan diri sendiri dulu baru orang lain. Belajar dari pengalaman orang lain adalah salah satu cara belajar yang efektif. Inilah salah satu hal yang sangat digemari oleh orang China.

Oleh karena itu, mereka harus menghargai orang-orang yang umurnya lebih tua. Orang-orang tua tersebut sudah lebih dahulu melihat dunia dan tentunya dapat bercerita tentang dunia. Dari sinilah, pelajaran kehidupan itu didapatkan.

sumber

Mike Portal | Tahukah Anda negara berpenduduk terbanyak di dunia? Republik Rakyat China (RRC) atau China merupakan negara berpenduduk terbanyak di dunia dengan jumlah kurang lebih 1,3 miliar. Jumlah yang sangat fantastis. 
China didirikan pada 1949 dan merupakan sebuah negara komunis. Negara ini adalah negara terbesar di Asia Timur dan ketiga terluas di dunia di bawah Rusia serta Kanada. Republik Rakyat China (RRC) berbatasan dengan 14 negara, yaitu:
  • Afganistan
  • Bhutan
  • Myanmar
  • India
  • Kazakhstan
  • Kirgizia
  • Korea Utara
  • Laos
  • Mongolia
  • Nepal
  • Pakistan
  • Rusia
  • Tajikistan
  • Vietnam

Sejarah China

Republik Rakyat China diproklamasikan oleh Mao Zedong (tokoh filsuf) pada 1 Oktober 1949. Para pendukung Era Maoisme (yang didominasi rakyat China miskin) menganggap pemerintahan Mao mampu menjalin persatuan dan kesatuan China, adanya perkembangan infrastrukur, industri, kesehatan, dan pendidikan sehingga dapat meningkatkan standar hidup rakyat.
Pada awal 1960-an setelah terjadinya kegagalan di bidang ekonomi, Mao mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum China. Orang yang menggantikannya adalah Liu Shaoqi (politikus pemimpin Partai Komunis China). Mao Zedong pada waktu itu tetap menjadi ketua partai, tetapi tugas ekonomi tidak lagi dikendalikan olehnya. Liu Shaoqi lah yang mengontrol tugas ekonomi sehari-hari dengan memulai reformasi di bidang ekonomi.
Setelah Mao meninggal, pemerintah China sudah mulai melonggarkan kontrol pemerintah terhadap kehidupan rakyatnya dan menuju ekonomi China dengan sistem berbasiskan pasar. 

Politik China

Walaupun beberapa ilmuwan politik saat ini tidak mendefinisikan RRC sebagai negara komunis, tapi negara ini masih dikenal sebagai negara komunis. Ketidakjelasan sistem pemerintahan di sini karena strukturnya yang tidak dikenal pasti. Selain itu, sebab lainnya yaitu karena sejarah China yang selama 2000 tahun diperintah oleh para kaisar. 
Pemerintahan RRC diawasi oleh Partai Komunis China. Meskipun terjadi beberapa gerakan ke arah liberalisasi (pemilu tingkat kampung), partai ini terus melakukan pantauan terutama ditujukan pada pemilihan jabatan-jabatan pemerintahan.  

Militer China

China merupakan negara dengan pasukan tentara terbesar di dunia.  Pasukan tentara ini disebut People Liberation Army (PLA) yang terdiri atas angkatan laut dan angkatan udara. Dana anggaran untuk militer China sangat besar. Anggaran ini termasuk paling tinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat. 
China dapat dikatakan mempunyai sistem senjata nuklir yang maju dan berkembang. Namun pengaruh kekuatan militernya di dunia tidak begitu berpengaruh karena peralatan senjata militernya masih dianggap ketinggalan zaman dan harus dimodernisasi. Pesawat perangnya pun sudah ketinggalan zaman.
Saat ini militer RRC meningkatkan kekuatan militernya. RRC memodernkan peralatan elektronik angkatan daratnya. Selain itu, negara ini juga telah membeli senjata petarung canggih seperti Su-27 dan Su-30.

Ekonomi di China

Ciri ekonomi di RRC adalah Sosialisme. Kepemimpinan China sejak akhir 1978, telah terjadi reformasi ekonomi (ekonomi terencana Soviet ke ekonomi yang berorientasi pasar). Pemerintah mengijinkan perusahaan skala kecil dalam bidang jasa dan produksi ringan, membuka ekonomi terhadap investasi dan perdagangan asing.
Berdasarkan sejarahnya pada akhir abad ke-16, RRC memiliki tradisi sebagai penguasa ekonomi. Negara ini memiliki sepertiga PDB, sedangkan Amerika Serikat, sebuah negara adidaya saat ini hanya sebesar 20%.

Budaya-budaya China

Budaya China merupakan satu dari budaya paling tua dan kompleks di dunia. Wilayah penyebaran dominan budaya ini meliputi daerah geografis yang luas dengan kebiasaan dan tradisi yang sangat bervariasi anatara kota dan provinsi di China. Banyak budaya dan tradisi yang ada di China ini, seperti musik, kepercayaa, seni, dan lain sebagainya.
Berikut adalah beberapa bentuk-bentuk budaya yang ada di negara China;

Mitologi dan Kepercayaan

Sebagian besar kebudayaan China dihiasi dengan berbagai hal yang berhubungan dengan dunia roh. Berbegaia metode penelitian yang dilakukan untuk menjawab asl muasal dan segala halnya mengenai budaya negara tersebut. Akan tetapi, penelitian tersebut hingga saat ini masih belum dapat dijelaskan secara logika.
Dari kebudayaan China yang dipenuhi dengan unsur-unsur magis atau mitos, kebudayaan yang berlangsung di anatara rakyat China saat ini menjadi pengisi dari budaya China yang penuih dengan mitos dan tidak dapat dijelaskan.
Kaitan anatara mitos, agama, dan fenomena-fenomena yang terjadi dan berlaku pada masyarakat China memang sangatlah dekat sekali. Dewa-dewi yang dipercaya sebagai Yang Maha Agung menjadi bagian dari tradisi penting dalam kehidupan masyarakat China, seperti Dewi Guan Yin, Maharaja Jed, dan Budai.
Dewa dan Dewi yang dipercaya oleh masyarakat China ini tertuang dalam kisah-kisah magis dan penuh dengan mitos-mitos yang terus berkembang. Kebanyakan dari kisah-kisah ini telah berevolusi menjadi perayaan tradisional Tionghoa dan juga China.
Tidak hanya sebagai sebuah tradisi atau kepercayaan, dewa dan dewi dalam filosofi China juga diimplementasikan kedalam berbagai konsep kehidupan. Konsep kehidupan ini menjadi lambang kerohanian, seperti dewa pintu dan singa penjaga.
Selain itu, filosofi kebaikan dan keburukan juga masih dipegang erat oleh masyarakat China yang penuh dengan nitologi dan kepercayaannya kepada roh-roh baik dan jahat. Hal ini terlihat dari ritual-ritual, seperti menghalau mogwai dan jiang shi dengan pedang kayu pic yang terdapat dalam Taoisme. Taoisme sendiri merupakan konsep pengamalan dari ritual-ritual yang berkembang secara turun temurun.
Selain itu, upacara penilikan nasib China masih diamalkan hingga saat ini walaupun terus mengalami perubahan selama bertahun-tahun dan masa perkembangannya.

Kebudayaan Musik di China

Alat musik tradisional China secara sederhana dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut;
  • Erhu, merupakan alat musik tradisional yang berbentuk rebab China. Rebab China ini menggunakan kulit ular sebagai membran di badannya, memiliki dua senar, dan memiliki penggesekk yang terbuat dari ekor kuda.
  • Gaohu, alat musik tradisional China yang serupa dengan Erhu, hanya saja nada yang dihasilkan alat musik ini lebih tinggi.
  • Gehu, alat musik gesek yang digunakan untuk nada yang rendah
  • Cello Banhu, merupakan rebab China dengan badan yang terbuat dari batok kelapa dan menjadikan papan kau sebagai membrannya. Alat musik petik ini memiliki banyak senar dan cara memainkannya adalah dipukul.
  • Liuqin, merupakan alat musik petik kecil yang berbentuk seperti buah pir dengan 4 senar yang menjadi asal bunyinya.
  • Yangqin, merupakan alat musik tradisional yang digunakan sebagai pemukul. Alat musik ini berbentuk stik bambu.
  • Pipa, merupakan alat musik petik berbentuk buah pir dengan senar jumalh senar 4 atau 5.
  • Ruan, merupakan alat musik petik yang berbentuk bulat dengan 4 senar yang menjadi bagian bunyinya.
  • Sanxian, merupakan alat musik petik dengan badan terbuat dari kulit ular dan dengan leher yang panjang. Alat musik petik ini memiliki 3 senar sebagai sumber bunyinya.
  • Guzheng, merupakan kecapi yang memiliki 16 hingga 26 senar
  • Konghou, merupakan Harpa China yang termasuk kedalam alat musik tiup
  • Dizi, merupakan suling dengan menggunakan membran getar
  • Suona, merupakan alat musik berupa terompet
  • China Sheng, merupakan alat musik yang menggunakan bilah logam dengan tabung-tabung dari bambu sebagai penghasil suara alat musik tersebut
  • Xiao, merupakann alat musik yang berupa suling China
  • Paixiao, merupakan pipa pen yang merupakan alat musk pukul atau perkusi
  • Paigu, gendang yang terdiri atas satu set. Setiap satu set paigu terdiri atas 4 atau lebih gendang.
  • Dagu, merupakan alat musik yang berupa tambur besar
  • Chazi, merupakan alat musik tradisional China yang berupa simbal atau cengceng.
  • Luo, merupakan alat musik tradisional China berupa gong.
  • Muyu, merupakan alat musik tradisional yang berupa kecrek. Alat musik ini terbuat dari kayu.
Alat-alat musik tradisional China ini memang sangatlah beragam, beberapa alat musik tersebut serupa dengan alat musik tradisional di Indonesia.
Demikianlah pembahasan mengenai China yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.


sumber
China - Canada

Mike Portal | Pendapat yang menyatakan bahwa Kanada suatu hari nanti memerlukan jet tempur siluman F-35 untuk mengatasi ancaman dari China sepertinya memang sedikit sekali yang membahasnya. Belum jelas apakah Kanada memang memiliki risiko konflik dengan China atau pendapat tesebut cuma omong kosong belaka.

Beberapa kemungkinan sebenarnya telah muncul ke permukaan, bahwa China dan Kanada mungkin akan berselisih pada tahun 2030 atau 2040, hal ini ditertawakan oleh banyak pihak. Karena, setelah apa yang berjalan selama ini antara China dan Kanada, dengan begitu banyak kepentingan ekonomi yang saling melengkapi, cukup menjadi alasan bahwa kedua negara tersebut memang berteman baik. Ditambah lagi dengan adanya kunjungan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper ke Beijing pada bulan Februari lalu yang semakin menambah erat hubungan kerjasama kedua belah pihak.

F35 Aircraft - United States

Pendapat yang mengatakan bahwa China adalah ancaman yang serius bagi Kanada itu adalah pendapat yang "bodoh" dan tidak beralasan. Kenyataannya selama ini China adalah mitra dagang yang penting bagi Kanada. Tapi baru-baru ini memang terjadi serangan cyber pada institusi keamanan Kanada. Seorang sumber di institusi keamanan Kanada beberapa hari lalu mengatakan bahwa hacker dari China telah berusaha untuk menyerang komputer militer, pemerintah dan bisnis milik Kanada. Meskipun dunia kini mengakui bahwa China terus mengembangkan teknologi perang cyber-nya, tapi secara resmi tak seorang pun di pemerintahan Kanada yang menyatakan bahwa China memang secara teratur "menguji" pertahanan dunia maya Kanada.

Di lain tindakan, China mengirimkan sebuah kapal penjelajah es (icebreaker)- Red-Hulled Xue Long atau Naga Salju - ke perairan Kanada di samudera Arktik. Lain dari apa yang akan terjadi, China akan banyak memiliki kapal seperti ini pada 2014 nanti.
'Pengembangan kekuatan China di Arktik dan konflik perbatasan maritim China dengan negara-negara sekutu AS dan Kanada dapat dijadikan alasan akan adanya kemungkinan perang antara China dengan Kanada atau AS'
Tujuan dari kapal Xue Long dan kapal pengiringnya adalah untuk "penelitian". Tapi para pengamat meyakini tujuan tersebut adalah untuk membangun kekuatan di Kutub Utara, yang dianggap China sebagai "International Lake" milik semua orang yang belum dimanfaatkan. Sementara itu, rencana Kanada untuk membuat kapal penjelajah es tidak kunjung menemui kepastian.

Kanada memang adalah negara Pasifk dan juga negara Arktik, tetapi sebagian besar publik Kanada tidak menyadari minat China untuk membangun kekuatan di Arktik. Mereka juga tidak tahu banyak tentang peningkatan besar yang terjadi pada anggaran militer China atau tidak tahu kalau saaat ini China telah mengembangkan jet tempur generasi kelima - Chengdu J-20 - yang terlihat mirip F-35.

Kapal Xue Long China

Hal lainnya juga tidak begitu naif. Dalam headline bulan lalu, majalah The Economist menghitung anggaran militer China yang awalnya kecil telah mengalami peningkatan yang signifikan (bertambah 2 digit) selama beberapa dekade terakhir, dan besar kemungkinan akan mengambil alih posisi AS dalam pengeluaran pertahanan. Pengeluaran anggaran militer China yang besar mencakup pengadaan armada kapal induk dan kapal selam nuklir yang mampu berkeliaran di pasifik.

Selain jet tempur yang masih "tersembunyi", China juga secara signifikan telah mengembangkan kemampuan perang cyber mereka dan rudal jarak jauh anti kapal. Saat ini kapal-kapal perang China telah menancapkan kekuatannya di laut Mediterania dan sebuah kapal induk mereka telah memulai uji laut beberapa minggu lalau di Laut China Selatan. Juga sebuah peluncur rudal raksasa China juga muncul dalam parade militer di Pyongyang (Korut) baru-baru ini.

Selama beberapa bulan terakhir, Korea Selatan, Jepang dan Filipina memiliki sengketa maritim yang berpotensi mengarah ke konflik "body to body" dengan China. China mengklaim wilayah laut yang melibatkan enam negara di pasifik tersebut adalah milik mereka. Amerika Serikat saat ini sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer China yang begitu pesat.

Pengembangan kekuatan China di Arktik dan konflik perbatasan maritim China dengan negara-negara sekutu AS dan Kanada dapat dijadikan alasan akan adanya kemungkinan perang antara China dengan Kanada atau AS. Jauh sebelum hal tersebut terjadi, militer Kanada sebaiknya segera mendapatkan peralatan perang terbaik. Sampai saat ini, perbincangan-perbincangan pertahanan di Kanada hampir semua mengulas tentang jet tempur siluman F-35. Apakah F-35 memang cocok secara teknologi dan biaya, yang kita semua tahu F-35 memiliki "harga selangit" yang dapat membuat keuangan melorot, dan apakah masyarakat Kanada setuju dengan program pengadaan F-35.

Itu adalah pertanyaan yang penting. Sampai saat ini, butuh atau tidaknya Kanada akan F-35 masih menjadi topik yang paling sering diperbincangkan. Bagian dari perbincangan-perbincangan tersebut juga mengangkat perihal prospek masa depan hubungan Kanada dengan China atau dengan negara lain. Jawaban sementara atas hipotesis-hipotesis tersebut adalah Kanada membutuhkan F-35. Tapi mengingat biaya yang sangat tinggi, hal ini mungkin akan menjadi konflik dalam negeri bagi Kanada.

Ketika Kanada 32 tahun lalu membeli sekitar 138 pesawat tempur F-18s, tak seorang pun menduga bahwa pesawat-pesawat tempur F-18s tersebut akan Kanada gunakan dalam kampanye - serangan, pengintaian dll - udara di Balkan, Irak dan Libya. Apapun jet tempur terbaru Kanada, itu pasti diandalkan bukan hanya untuk patroli di wilayah kedaulatannya, setidaknya inilah yang terjadi selama setengah abad terakhir.

sumber
Pulau Perebutan China dan Jepang - Diaoyu/Senkaku

Mike Portal | China tampaknya bersikeras mendapatkan kepulauan Diaoyu (Senkaku dalam bahasa Jepang) seluas 7 km2 dengan melakukan sejumlah propaganda, manuver ataupun unjuk kekuatan militer.
Harian Yindunixiya Shangbao melaporkan pada 16 Oktober 2012, 7 kapal perang China berada di perairan sekitar 49 Km selatan ke tenggara Pulau Yonaguni, yang merupakan wilayah tidak berpenghuni dan secara internasional diakui sebagai milik Jepang. Kegiatan serupa dilakukan kembali pada 22 Oktober 2012, 11 kapal AL China melakukan latihan bersama di Laut Timur China. Pihak AL China menyatakan, latihan ini untuk menunjukkan kekuatannya kepada rakyat China dan dunia internasional. Sebaliknya, media massa di Jepang mengatakan, latihan perang China tersebut berarti China telah mengarahkan “pedang” kepada Jepang. Menurut catatan penulis, selama tahun 2012, China telah melakukan patroli/manuver militer di Laut China Selatan sebanyak 23 kali.

Laporan harian Yindunixiya Shangbao edisi 9 Januari 2013, Departemen Keamanan Laut Wilayah 11 Jepang melaporkan pada 7 Januari 2013 ada sebanyak 4 kapal pengintai China (Haijian 51, Haijian 26, Haijian 66 dan Haijian 137) memasuki 12 mil  wilayah perairan Senkaku/Diaoyu dan sebelumnya pesawat tempur China memasuki kawasan ini walaupun berhasil dihalau jet-jet tempur Jepang.

Sejarah Senkaku/Diaoyu

Kepulauan Diaoyu atau Senkaku merupakan sebuah kepulauan yang berada di Laut China Timur, tepatnya berada pada sebelah Timur Republik Rakyat China, sebelah selatan Jepang, dan sebelah utara RRC atau Taiwan. Berada pada garis koordinat 25°47′53″ Lintang Utara dan 124°03′21″ Bujur Timur, kepulauan ini hanya memiliki luas 7 km2. Kepulauan Diaoyu atau Senkaku terdiri dari lima pulau besar (Diaoyu Dao atau Uotsuri Jima, Chiwei Yu atau Taisho Jima, Huangwei Yu atau Kuba Jima, Bei Xiaodao atau Kita Kojima dan Nan Xiaodao atau Minami Kojima) dan tiga karang (Bei Yan atau Kitaiwa, Nan Yan atau Minamiiwa dan Fei Jiao Yanatau Tobise)

Jejak pertama yang tercatat di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dimulai oleh bangsa China melalui catatan perjalanan liang zhong hai dao zhen jing (dikutip dari http://zh-tw.ebookcn.com/book/134495) yang ditulis pada tahun Yongle 2 atau 1403 Masehi. Ketika itu, nama Kepulauan Diaoyu sudah disebut sebagai Diaoyu. Menurut David C. Kang dalam buku East Asia Before The West: Five Centuries of Trade and Tribute (New York: Columbia University Press, 2010), catatan kedua yang ditulis pada tahun Jiajing 14 atau 1534 Masehi, yaitu shi liuqiu lu yang ditulis oleh utusan Kekaisaran China, dinasti Ming, Chen Kan, ketika berkunjung ke Ryukyu. Jepang yang ketika itu masih berstatus sebagai negara fasal dari dinasti Ming mengakui bahwa Kepulauan Diaoyu adalah wilayah kedaulatan Kekaisaran Ming.

Menurut William B. Heflin, Diaoyu/Senkaku Islands Dispute: Japan and China, Oceans Apart (http://www.hawaii.edu/aplpj/articles/APLPJ_01.2_heflin.pdf), sejak Kekaisaran China menganeksasi Taiwan pada tahun 1683, Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dijadikan sebagai wilayah di bawah kekuasaan Provinsi Taiwan. Perubahan konstelasi terjadi setelah China dan Jepang berperang pada tahun 1894 yang akhirnya berakhir pada kekalahan China dengan penandatanganan Traktat Shimonoseki yang menjadikan Taiwan dan Korea menjadi wilayah yang terbebas dari pengaruh Kekaisaran China. Sejak saat itu, Jepang mengambil-alih pemerintahan yang berlangsung di Taiwan, termasuk Kepulauan Diaoyu atau Senkaku tersebut.

Setelah Jepang mengalami kekalahan pada Perang Dunia ke-2, kontrol atas Kepulauan Diaoyu atau Senkaku tidak dikembalikan kepada Tiongkok seperti layaknya Taiwan, melainkan berada di bawah kontrol Amerika Serikat. Hal tersebut terjadi dikarenakan oleh kekuasaan atas Kepulauan Diaoyu atau Senkaku yang telah diubah, dari yang seharusnya di bawah Taiwan menjadi Okinawa. Amerika Serikat mengendalikan kontrol atas Kepulauan Diaoyu atau Senkaku sejak tahun 1945 sampai tahun 1972.

Menurut harian Renmin Ribao dalam berita berjudul “China's Diaoyu Islands Sovereignty is Undeniable” yang diakses dari (http://english.people.com.cn/200305/25/eng20030525_117192.shtml), berdasarkan perspektif China tentu Kepulauan Diaoyu atau Senkaku adalah milik China yang berada di bawah kekuasaan Provinsi Taiwan. Ketika Jepang menyerah tanpa syarat kepada negara-negara sekutu pada 14 Agustus 1945, Perjanjian Postdam yang dibuat pada 26 Juli 1945 secara resmi diterima oleh Jepang. Dalam perjanjian tersebut termaktub bahwa kekuasaan Jepang hanya dibatasi pada Kepulauan Honshu, Hokkaido, Kyushu, Shikoku dan pulau-pulau kecil lainnya yang akan ditentukan oleh negara-negara sekutu. China sudah melakukan protes pasca-keputusan Amerika Serikat pada tahun 1971 yang menyatakan bahwa Kepulauan Diaoyu atau Senkaku adalah wilayah Jepang, karena China merupakan negara yang ikut menandatangani Perjanjian Postdam tersebut.


Rebutan Sumber Daya Alam dan Kesiapan Perang

Menurut Lee Seokwoo dalam buku Territorial disputes among Japan, China and Taiwan concerning the Senkaku Islands (Durham: University of Durham, 2002), China sebelum menemukan ladang minyak bumi di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku yang ditemukan pada akhir tahun 1970, masih mengakui kedaulatan Jepang atas Kepulauan Senkaku, misalnya tulisan artikel koran Renmin Ribao pada tahun 1953 yang menyatakan bahwa Kepulauan Diaoyu (yang disebut dengan nama Jepang, Senkaku) merupakan wilayah yang berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat, yaitu Okinawa.

Eskalasi konflik yang semakin memanas di Senkaku/Diaoyu yang diklaim banyak mengandung mineral, minyak, situs-situs perikanan dan gas bumi ini jelas merupakan upaya kedua negara dalam rangka mencari dan memperkuat cadangan energi masa depan, karena energy security akan menjadi faktor penentu eksis tidaknya suatu negara di abad mendatang.

Untuk itu tidaklah mengherankan baik China atau Jepang terus menerus memodernisasi dan memperkuat aparat militernya untuk mengantisipasi meningkatkan konflik ini yang dapat menjadi perang diantara kedua negara. Menurut harian Yinni Xingzhou Ribao edisi 9 Januari 2013, PM Jepang, Shinzo Abe memerintahkan untuk menaikkan belanja militernya pada 2013 sebesar US $ 1,15 Milyar dari anggaran 2012, sementara itu juru bicara parlemen China Li Zhaoxing menyatakan, belanja militer China tahun 2013 lebih dari US$ 106,41 miliar. Dari konflik Senkaku/Diaoyu, kita mendapatkan pelajaran penting yaitu “bela sekuatnya kepentingan nasional terutama ketahanan energi dan bukan sebaliknya dijual atau dieksplorasi habis-habisan sumber daya alam kita)” karena “energy security is the power of future”

Penulis : Toni Ervianto

sumber


Follow @MikeTheBlogger
  • Post Terakhir
  • Rekomendasi

Mungkin anda tertarik

  • 5 Hantu Paling Konyol di Dunia
  • Kisah Pelayaran Laksamana Cheng Ho (Zheng He)
  • 12 Rahasia Tentang Doraemon
  • Hanya di Indonesia yang Ada Begini
  • Kisah Nyata, Orang-orang yang Dikutuk Karena Ucapannya

Minggu Ini

  • AsiaWeek Mengungkap Dalang Dibalik Peristiwa Mei 1998
  • 7 Trik Melawan Malas Saat Bangun Pagi
  • Kisah Pelayaran Laksamana Cheng Ho (Zheng He)
  • 10 Embargo Senjata Terlama di Dunia
  • Beberapa "Bila Ingin" Dalam Samkok
  • Artikel ini Bisa Mengacaukan Pikiran Anda
  • Gus Dur, Bapak Tionghoa Indonesia
  • Video: Mereka Bilang Saya China KickAndy
  • Kisah Nyata, Orang-orang yang Dikutuk Karena Ucapannya
  • Beberapa "Jangan" Dalam Samkok
Web Directory
Tweet
2014 Mike Portal. All rights reserved.
Designed by SimplexDesign